SEPATU PANTOPEL KELING EKSLUSIVE

2 Desember 2008 at 3:38 PM Tinggalkan komentar

sejak tanggal 16 Juni 2008, sudah ditetapkan sebagi hari bimbingan dalam pembuatan skripsi. hal ini semakin membuat pusing kepala yang sakitnya minta ampun. dimana gw kudu menemukan judul yang relevan dengan teori mata kuliah+jurusan yang gw ambil. observasi lapangan, mencari tahu permasalahan yang dihadapi, pengumpulan data kasar. Fhuiih untung smuanya dah berakhir sudah. sudah berahir sudah dari revisi, pingpong birokrasi pemerintah yang gak cooperative. dan yang tak disangka, ternyata tak serumit yang gw bayangkan. dan semuanya bisa dihadapi dengan senyuman.. HAJAAAR..!!

ujian dimulai pukul 08.00am hari sabtu tanggal 01 november 2008 kemaren. disaat semua sudah bergegas, pake clana item, hem putih+jas almamater dipadu sepatu pantopel keling hitam, yang baru gw pake 2 X dan masih terlihat Ekslusif. dengan segara gw mnuju garasi ambil motor matic merah maron (M4), yang gw pacu 80km/jam slama 20 menit yang berjarak 25 km dari rumah-kampus.

setelah nyampe lokasi, wajah tegang gw amat sangat terasa, jantung dag dig dug pret, para koloni ujian menyambut dengan wajah yang sama kayak gw (maklum baru kale ini mereka ikut ujian skripsi). gw pilih duduk paling belakang sambil menenangkan hati dan jiwaku. suasana ruangan semakin panas, banyak anak-anak yang pake kipas, tetep ketegangan belum tuntas…

banyak dari anak-anak calon sarjana mencoba menenangkan diri, dari yang mencoba merokok, bercanda sambil lihat bokep dilaptop. dan tiba-tiba “perhatian-perhatian bagi para penumpang kereta api” eh “wahyu cimonce segera menghadap ke ruang ujian” oh that`s my name dan dengan segera gw beranjak kesana, tak lupa temen-temen yang gw jumpai gw mintai doanya. “doain gw guys, smoga gw gk dianiaya oleh para eksekutor (tim penguji)”.

ketika berjalan menuju ruang ujian, tiba-tiba tap..tap…tap.. (kok rasenye ade yang aneh ye) ternyata, usut punya usut sepatu pantopel gw yang kanan alas sepatu gw sempal alias copot (semprul). ‘oh tidddakkk oow oowww loh kok bisa’ pan baru gw pake 2 X tapi nganggur slama 2 tahun ..hhee.. harganya lebih mahal daripada clana jeans EMBA gw kuk biso???. dan terpaksa gw berjalan kayak suster ngesot biar gk ketahuan anak-anak..

ujian pertama slese dengan muluzz kurang 2 ekor penguji lagi, gw balik ke koloni ni ceritanya. gw duduk terdiam tak bicara sambil meratapi sepatu gw. tak lama lagi tiba-tiba sepatu gw yang kiri ngiri malah ikut-ikutan sempal juga tapi lum parah, lemnya mulai lepas (wadow bisa nyeker ni gw). tiba-tiba dari arah belakang gw pakyek menyapa gw. “hello brot lagi ape lu kok gundah gulana, lagi marahan ya ma cewek lu” tanya pakyek. “ahh enggak yek, i`m okay kok it’s easy-aesy wae lah” jawabku begitu.

waktu berjalan terus hingga akhirnya bel berbunyi tanda jam makan siang dimulai. dan pada saat itu gw berterus terang kepada pakyek lok sepatu pantopel gw pada jeblog. tapi mreka gak pada ketawa karna dah pada janji ke gw dulu sebelumnye.. dan akhirnya kesempatan itu gak gw lewatin, gw pulang krumah pakyek tuk ganti sepatu kets…

busyeet gw nyesel pake sepatu pantopel, dah bikin gw kayak suster ngesot.. untung gak pada ketahuan banyak anak-anak..

NB: rawatlah sepatu pantopel anda walau diparkir sekian lama. merk ternama gak menjamin kualitas barang bagus.

Entry filed under: Selayang Pandang. Tags: .

Way of Life Pancasila Ke Manakah Kini?? Wali Bajingan Vs Kepompong Sindentosca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


mukadimah

yang empunya blog

isi Polling Duyu

monggo kerso YMan

coretan fresh from the oven

Arsip

anda pengunjung ke

  • 154,244 hits

logo link

traffic counter


%d blogger menyukai ini: