MEMBUAT ALAT SEISMOGRAF SEDERHANA DARI BOTOL BEKAS
8 Oktober 2009

seringnya terjadi gempa yang melanda bumi indonesia, membuat cimon was-was waspada. dari gempa dasyhat tsunami aceh, tsunami pangandaran, gempa jogja dan gempa tasikmalaya. hal ini membuktikan bahwa indonesia rawan gempa.
Mengapa sering gempa?
karena indonesia merupakan kawasan endemik gempa yang berada tempat bertemunya lempeng eurasia, asia, australia dan pasifik.
pada saat santai sambil nonton metro Tv gak sengaja ada ulasan berita tentang cara membuat seismograf sederhana dari botol bekas. (menarik tuh). caranya gampang banget, segampang menggeleng-gelengkan kepala.
ok!! pertama kita siapkan bahan-bahannya yaitu dua buah botol dari beling. setelah itu letakkan kedua ujung botol (mulut botol) saling berhadapan dengan posisi vertikal kemudian bawa botol tersebut kelantai. yup seismografnya dah jadi.
Cara tes seismograf?
caranya ialah beri hentakan pada lantai dengan kaki. lok mau lebih seru lagi pake nyanyian “aku seorang kapiten, mempunyai pedang panjang kalau berjalan brooog brookgg broogg”.(hheee)
kalau belum berhasil dalam hentakan tersebut, lakukanlah cara ke-2.
beri alas triplek atau kardus pada lantai kemudian gebrrak dengan kencang dan bila berhasil terjatuh berarti alat (made in dewe) anda telah berfungsi dengan baik. emang si kedengarannya agak konyol tapi efektif. ingat gebrakan kaki anda tidak sebanding dengan gebrakan alam yang yang levelnya setinggi 6.5 skala ricter.
NB : gempa tsunami terjadi apabila pusat gempa berada di dasar laut dan besarnya lebih dari 6.5 skala ricter dengan kedalaman 60 km
Entry Filed under: Public Corner, Selayang Pandang. Tag: alat sederhana, gempa bumi, seismograf.
6 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
blekkok | 25 Oktober 2009 at 7:59 AM
jajal mug ngetezzzzzzzz
2.
Wahyu Cimon.Ce | 30 Oktober 2009 at 12:04 PM
dua-duanya juga boleh..
ngetes ato dicoba
oke-oke aja
3.
Hilmi | 2 November 2009 at 10:26 PM
Kalau ber hasil jatuh pecah donk botol kacanya kan nanti pecah……
hehehe
repot donk…..
4.
Wahyu Cimon.Ce | 4 November 2009 at 4:55 AM
@ hilmi : pan bunyi pyarnya dijadikan alarm
5.
Damas Alhasy | 7 November 2009 at 11:39 AM
bkn alat ya ? tak kira alat .. trnyata percobaan ..
6.
Wahyu Cimon.Ce | 9 November 2009 at 4:55 AM
itu jua alat,